Sejarah EUROPALIA

Festival seni internasional yang diselenggarakan sejak tahun 1969 di Belgia dan negara-negara Eropa lainnya dengan mengundang Negara Tamu dan berlangsung selama 4 bulan.
Mencakup berbagai disiplin kesenian: seni rupa, seni pertunjukan (musik, tari, teater), sastra, film, juga seminar.
Kesenian yang ditampilkan bisa dalam bentuk tradisi, kontemporer, kreasi baru, dan kolaborasi.
Indonesia terpilih menjadi ke-4 di Asia, dan negara Asia Tenggara pertama yang menjadi Negara Tamu dan akan diselenggarakan mulai dari 10 OKTOBER 2017 – 21 JANUARI 2018

Latar Belakang

14 JULI 2015
Penandatanganan MoU Kemendikbud – Europalia Internasional “Cooperation in Organizing the Festival Europalia Indonesia 2017”
7 DESEMBER 2015
Penandatanganan Perjanjian Kerangka Kerja Antara Kemdikbud – Europalia Internasional “Organisasi Festival Europalia Indonesia 2017/2018”
5 NOVEMBER 2015

Makarim Wibisono ditetapkan sebagai General Coordinator Europalia Indonesia Arts Festival 2017/18, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 254/P/016

General Coordinator memiliki tugas :

  • Menyusun rencana dan melaksanakan program kerja persiapan penyelenggaraan Europalia Indonesia Arts Festival 2017; dan
  • Membentuk kepanitiaan dalam rangka persiapan penyelenggaraan Europalia Indonesia Arts Festival 2017.
24 OKTOBER 2016

Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto ditetapkan sebagai General Commissioner Europalia Indonesia Arts Festival 2017/18, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 254/P/016

1. General Commisioner Europalia Indonesia Arts Festival 2017 memiliki tugas:

  • mengkoordinasikan dan mencari anggaran pendukungan dan pemanfaatan bagi pelaksanaan kegiatan Guest Country Festival Europalia Indonesia 2017/18 dari pihak swasta; dan
  • menyeleksi pihak swasta yang ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Festival Europalia Indonesia 2017/18.

2. General Commissioner Europalia Indonesia Arts Festival 2017 dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Steering Committee.