Flower Girls: Menghidupkan Kenangan Lama

18 October 2017
Flower Girls: Menghidupkan Kenangan Lama


Sudah gelap di luar kala itu. Namun, di dalam Paviliun 28, Jakarta Selatan, cahayanya tidak jauh beda. Sejauh mata memandang, orang-orang yang datang berpakaian klasik. Beberapa tampak necis, dengan tatanan rambut bob. Potongannya lurus dan rapi, dengan gerai rambut melingkari wajah sehingga semakin menonjolkan bentuknya. Sebagian lagi menyasak keriting rambutnya lalu dijepit sejumput di atas kuping. 

Perhatian puluhan muda-mudi bergaya vintage itu terpusat ke ruang tengah, di pojok ruang dengan latar kaset bekas di belakangnya. Para pemeran utama yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul. Vokalis Indische Party Japra Shadiq dan vokalis Flower Girls Yuyi Trirachma maju terlebih dahulu. Tepuk tangan dan suitan sontak menggema. Beberapa seperti histeris meneriakkan nama para personel Indische Party dan Flower Girls. Belakangan diketahui, kelompok yang menyambut penuh antusias itu adalah teman-teman mereka. Di antaranya ada sesama anggota band indie, seperti White Shoes and The Couples Company, serta Morfem.

Sebelum musik melantun, panggung diambil alih oleh Intan Anggita. Dalam kondisi berbadan dua, music blogger itu dengan lantang menjalankan tugasnya sebagai master of ceremony (MC). “Kita panggil dulu ya, David Tarigan untuk menjelaskan mulanya bisa dipilih tampil ke Europalia,” pintanya yang disambut sorak sorai penonton. 

Malu-malu tapi mau, David pun turun dari tangga. Sambil tersenyum-senyum, dia bercerita jua. “Pada awalnya ini dibentuk, diusulkan pastinya oleh tim kuratorial dari Eropa dan Indonesia,” bukanya. 

Masing-masing negara dan cabang seni-budaya yang dipertunjukkan ada kepala kuratornya. Mereka inilah, terang David, yang berwenang menentukan siapa-siapa yang bakal dikasih panggung. 

“Menurut gue pilihan tim kurator Festival Europalia ini keren-keren sih. Mereka datang sendiri kemari dan melakukan pendekatan ke kami, lihat kami main dulu baru mengajak,” tutur David. 

Tribute to Dara Puspita

Berkumpulnya David Tarigan, Indische Party, dan Flower Girls di satu panggung pada Senin, 9 Oktober malam itu, bukannya tanpa alasan. Ketiganya dipastikan akan tampil dalam satu paket yang disebut triple bill.  

Sebagai langkah persiapan mental jelang "Indonesian Rock n` Roll, Evening of Funky `60s & `70s" di Festival Europalia itulah digelar pertemuan terakhir di Paviliun 28. Tak tanggung-tanggung, konser mini tersebut mengusung tema serupa, yakni "Indonesian `60-`70s Night Goes to Europe". 

“Jadi, triple bill ini memang diplot untuk satu acara selebrasi musik Indonesia era 60-70an,” sambung David.

Khusus untuk Flower Girls, kuartet yang terdiri dari empat personel perempuan ini sengaja dibentuk sebagai proyek yang diprakarsai oleh Europalia Indonesia. Sekira 3 bulan belakangan, Flower Girls difokuskan untuk melakukan tribute terhadap Dara Puspita. Satu hal yang mengejutkan karena ternyata Dara Puspita cukup dikenal di Eropa.

Dara Puspita, grup musik Surabaya yang  seluruhnya beranggotakan perempuan itu namanya melejit di Eropa pada 1968. Girl band yang menaungi Titiek Adji Rachman (gitar melodi), Lies Soetisnowati Adji Rachman (bas), Susy Nander (drum), dan Ani Kusuma (gitar pengiring) itu bisa dibilang sebagai yang pertama mengadakan tur ke Eropa selama tiga tahun.  

Begitulah Dara Puspita jadi begitu melekat di benak orang Eropa. Lantaran para venue dan kurator di Eropa itu suka lagu-lagu mereka, David Tarigan kemudian dipercayakan untuk membentuk grup band tribute yang serupa.

Dara Puspita pun bereinkarnasi dalam diri empat anggota Flower Girls, yakni Yuyi Trirachma (bassist/vokalis), Rika Putrianjani (gitaris/vokalis latar), dan Tanya Ditaputri (gitaris/vokalis latar), dan Tika Pramesti (drummer/vokalis latar). Menarik dicatat, Tika Pramesti yang menjadi drummer Flower Girls, adalah penabuh drum yang sama untuk Indische Party. 

“Kami semua memang suka musik Dara Puspita, kebetulan rambut juga sudah mirip,” kata Yuyi sambil terkekeh. “Tapi enggak pernah nyangka, kami akan terpilih mewakili mereka ke Eropa,” aku Yuyi. 

Dia meyakinkan, Flower Girls tidak akan bisa menyamai persis pendahulu mereka. Namun timnya akan berusaha menyajikan permainan terbaik mereka dengan penuh hormat kepada Dara Puspita.